Total Pageviews

Wednesday, 30 November 2011

SISTEM REPRODUKSI PADA IKAN

Secara umum  diketahui bahwa ikan untuk malangsungkan hidupnya, memperbanyak diri dengan bertelur. Meskipun demikian  pada ikan terdapat beberapa variasi dari cara ikan tersebut bertelur. Reproduksi pada ikan diawali dengan bercampurnya spermatozoid dari ikan jantan dengan sel telur (ovum) dari ikan betina sehingga menghasilkan sel telur yang dibuahi. Yang selanjutnya  telur ini akan mengalami  pembelahan sel  yang berulang-ulang, berkembang dan akhirnya membentuk individu baru.
Pada sebagian besar ikan betina dan jantan merupakan individu terpisah, akan tetapi pada beberapa family, seperti Sparidae dan Serradidae, jantan dan betinanya bisa terdapat pada satu individu, sehingga mereka dapat melakukan pembuahan  sendiri. Fenomena ini dikenal dengan hermaphroditik. Pada hermaphroditik telur dan sperma sama-sama dihasilkan baik pada waktu bersamaan maupun berbeda. Yang selanjutnya mereka akan kawin dengan hermaprodit lainnya. Pembuahan sendiri secara eksternal  bisa terjadi pada hewan hermaprodit yang akan mengeluarkan sel telur dan sperma secara simultan, pada jenis hermaprodit yang lain, pembuahan internal sendiri juga dapat berlangsung. Seperti pada kasus Molie Amazon dijumpai keunikan lain dalam cara reproduksinya, Yaitu Molie Amazon betina akan kawin dengan jenis molinesia lainnya, akan tetapi sperma tidak bercampur dengan sel telur, yang uniknya lagi, sel telur yang tidak dibuahi ini akan tetap mampu berkembang dan membelah diri serta menghasilkan individu baru, fenomena ini dikenal dengan  gynogenesis atau pseudogamy.

Terjadinya individu baru ikan melalui proses tanpa pembuahan, atau yang dikenal dengan parthenogenesis, juga dilaporkan berlangsung pada spesies Poecilia Formosa . Proses reproduksi pada sebagian besar ikan hias, pada umumnya  berlangsung melalui pembuahan telur yang terjadi diluar tubuh ikan. Dalam hal ini ikan jantan dan betina akan saling mendekat satu sama lain  semudian ikan betina akan mengeluarkan sel telur. Yang selanjutnya ikan jantan akan mengeluarkan spermanya. Lalu sperma  dan sel telur ini akan bercampur dalam air. Cara reproduksi yang demikian dikenal dengan oviparus, yaitu telur dibuahi dan berkembang diluar tubuh induk ikan. Selain oviparous dikenal pula pembuahan atau cara reproduksi ikan yang lain, yaitu ovoviviparous dan viviparus. Ovoviviparus merupakan suatu cara reproduksi dimana embrio ikan berkembang ditubuh induk betina akan tetap tidak mendapatkan suplai makanan dari induk tersebut. Dalam hal ini tidak ada transfer makanan dari induk ke embrio, dengan kata lain induk hanya memberi perlindungan  saja, akan tetapi tidak memberi suplai makanan. Cara reproduksi yang demikian dijumpai misalnya pada beberapa jenis chasarin. Seperti  Corynopoma riisei. Pada saat kawinn si jantan akan mendekatkan diri  pada sibetina selama beberapa saat kemudian akan melepaskan paket-paket sperma kedalam saluran telur (oviduct) si betina. Ikan betina kemudian akan menghasilkan telur-telur yang dibuahi selama beberapa bulan tanpa perlu kawin lagi.


Baca selebihnya di http://www.4shared.com/file/JxwpEpgP/sistem_reproduksi_pada_ikan.html 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment